Jumat, 18 November 2011

Hubungan Antara Neraca, Laba Rugi, Laporan Arus Kas dan Perubahan Modal

Hubungan Antara Neraca, Laba Rugi, Laporan Arus Kas dan Perubahan Modal

Mengetahui hubungan angka-angka dalam Neraca, Laba Rugi, Laporan Arus Kas dan Perubahan Modal dalam satu set laporan keuangan adalah penting bagi siapa saja yang ingin memahami isi sebuah Laporan Keuangan, dan Akuntansi secara umum. Gagal memahami hubungan ini, maka sama seja dengan gagal memahami isi laporan keuangan, dan akuntansi secara keseluruhan.

Satu set lengkap laporan keuangan umumnya mencakup neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal (juga disebut ‘ekuitas pemegang saham’), dan laporan arus kas. Laporan keuangan secara keseluruhan menyajikan berbagai jenis informasi tentang kegiatan perusahaan selama periode waktu tertentu dalam angka-angka. Masing-masing laporan, meskipun banyak yang saling terkait, tetap memiliki peranan berbeda, dengan sudut pandang dan fokus penyajian yang berbeda-beda pula. Dengan demikian, maka satu macam laporan tidak bisa menggantikan laporan yang lain.

1. Neraca – Juga disebut laporan posisi keuangan, bisa diibaratkan sebagai foto (baias disebut snapshot) dari suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Laporan keuangan yang satu ini terdiri dari daftar sumber daya kuantitatif yang dipergunakan oleh perusahaan untuk beroperasi. Di sisi lainnya, laporan ini juga mengandung daftar klaim terhadap sumber daya tersebut yang diwakili oleh kreditur dan pemilik. Dalam bentuk laporan pernyataan, sumber daya kuantitatif disebut aktiva (asset), diikuti dengan klaim kreditur dan pemilik. Dalam bentuk rekening pernyataan, aset biasanya disajikan di sebelah kiri dan yang mengklaim aset di sisi kanan dari pernyataan itu. Satu hubungan penting dalam sebuah neraca adalah bahwa klaim terhadap asset selalu sama (seimbangan) persis dengan jumlah aset yang disajikan. Itulah sebabnya mengapa Neraca juga disebut dengan ‘Balance Sheet’.

2. Laporan Laba Rugi – Melanjutkan analogi neraca sebagai foto statis dari suatu perusahaan pada titik waktu tertentu, laporan laba rugi kemudian dapat digambarkan sebagai sebuah film bergerak yang mengidentifikasi dimensi-dimensi tertentu dari perusahaan selama periode waktu. Laporan laba rugi didasari oleh prinsip akuntansi yang disebut ‘prinsip kecocokan (the matching principle)’. Pendapatan biasanya dapat dengan mudah dikaitkan dengan aktivitas usaha secara spesifik yang berhubungan dalam periode waktu tertentu. Setelah pendapatan untuk jangka waktu telah diidentifikasi, akuntan kemudian mencoba untuk menelisik dan mengkaitkan pendapatan dengan semua biaya yang berhubungan dengan (1) periode waktu yang sama dan/atau (2) proses pembentukan pendapatan tertentu. Jumlah ini kemudian “dicocokkan (matched),” maksudnya biaya dikurangkan dari pendapatan—untuk menentukan hasil operasi untuk periode tersebut. Hasilnya disebut ‘laba bersih’ jika pendapatan melebihi biaya, dan disebut ‘rugi bersih’ jika biaya-biaya melebihi pendapatan.

3. Pernyataan Perubahan Modal – Juga disebut dengan pernyataan ‘Ekuitas Pemegang Saham’. Sebuah pengungkapan yang diperlukan dalam satu set lengkap laporan keuangan korporasi adalah identifikasi dari perubahan modal (ekuitas) dalam angka-angka dan jumlah saham. Seperti laporan laba rugi, laporan perubahan modal (ekuitas pemegang saham) mencakup periode waktu pada titik waktu tertentu. Di kolom utama dari ekuitas pemegang saham ‘ terdiri dari: kontribusi ekuitas saham pilihan, saham biasa, dan tambahan modal disetor dan laba ditahan. Pernyataan ini dimulai dengan saldo pada akhir periode sebelumnya. Baris dalam pernyataan menunjukkan kegiatan yang mengakibatkan perubahan dalam kategori utama dari ekuitas pemegang saham dari saham biasa, laba bersih, dan dividen. Laba bersih dan dividen hanya mempengaruhi laba ditahan. Laba bersih meningkatkan saldo laba ditahan, dan dividen mengurangi keseimbangan itu.

4. Laporan Arus Kas – Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran dalam bentuk kas selama periode waktu tertentu sama dengan konsep waktu pada Laporan Laba Rugi. Dalam bentuk yang paling sederhana, laporan arus kas hanya menunjukkan sumber kas utama perusahaan dan cara perusahaan menggunakan uang tunai itu. Perubahan-perubahan ini disajikan dengan cara merekonsiliasi perubahan kas dari awal sampai akhir periode akuntansi. Laporan Arus Kas disajikan dalam tiga kategori: (1) arus kas dari aktivitas operasi; (2) arus kas dari aktivitas investasi; dan (3) arus kas dari aktivitas pendanaan. Di ujung bawah laporan, perubahan bersih kas disajikan dalam angka rekonsiliasi untuk menunjukan saldo kas bersih antara saldo awal dengan akhir—baik itu dalam keadaan meningkat maupun menurun. Empat laporan keuangan ini berasal dari transaksi dasar yang sama dan pengukuran keuangan yang sama. Keempatnya diperlukan oleh pembaca laporan keuangan untuk mendapatkan pemahaman lengkap, sebisa mungkin melalui media laporan keuangan.

Mencoba untuk menunjukkan hubungan dari empat laporan keuangan ini, dalam ilustrasi tunggal adalah pekerjaan yang mustahil. Tetapi untuk referensi ringkas, saya mencoba manyajikannya dalam grafik tunggal (mudah-mudahan bermanfaat) khusus beberapa hubungan penting yang mendasari empat laporan keuangan: neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal (ekuitas pemegang saham), dan pernyataan arus kas:

Kedelapan hubungan diidentifikasi oleh nomor dalam tanda kurung:

(1) Pendapatan dan biaya, yang disajikan dalam laporan laba rugi, mengakibatkan perubahan dalam aktiva dan kewajiban dalam neraca.

(2) Laba bersih mengalir ke dalam laporan perubahan modal (ekuitas pemegang saham) dan merupakan determinan penting dari saldo akhir periode laba ditahan.

(3) Saldo akhir akun modal (ekuitas) memberikan kontribusi dalam laporan ekuitas sesuai dengan jumlah yang sama di pemegang saham bagian ekuitas pada neraca.

(4) Saldo akhir dari laba ditahan dalam laporan ekuitas sesuai dengan saldo laba ditahan pada pemegang saham ‘bagian ekuitas pada neraca.

(5) Saldo akhir kas dalam laporan arus kas sesuai dengan jumlah uang tunai disajikan di neraca.

(6) Arus kas dari aktivitas operasi dalam laporan arus kas mencerminkan efek kas dari transaksi-transaksi termasuk dalam penentuan laba bersih. Rekonsiliasi laba bersih dan arus kas bersih dari aktivitas operasi disajikan sebagai bagian dari laporan arus kas.

(7) Aktivitas investasi dalam laporan arus kas mencerminkan arus kas positif dan negatif dari perubahan dalam aset yang berakhir saldo termasuk dalam neraca.

(8) Pembiayaan kegiatan dalam laporan arus kas mencerminkan arus kas positif dan negatif dari hutang dan ekuitas transaksi pembiayaan. Akhir-dari periode saldo utang dan ekuitas disajikan dalam neraca.

Reade more >>

Rabu, 16 November 2011

Pemutar Musik Online

bagi agan-agan yang khususnya di warnet, tapi gak ada pemutar musik nih w kasih alamat pemutar musik online

http://www.musicdumper.com
atau klik

catatan : gak perlu download lagunnya lohhh... tinggal search terus putar dahhh...
Reade more >>

APlikasi Pemotong Jaringan INternet NETCUT serta Penangkalnya

Net cut adalah suatu aplikasi yang digunakan para pengguna internet yang menggunkan wifi untuk kegiatan ngenetnya. Prinsipnya, aplikasi ini akan memotong koneksi dari komputer lain yang conect dengan wifi zone tersebut, jadi aktifitas ngenet bisa dimonopoli dech..
Sedangkan anti net cut adalah aplikasi yang digunakan untuk menangkalnya!!?

Nih, disini linknya kalau mau download Net cut dan anti net cut

DOWNLOAD NETCUT

DOWNLOAD ANTI NETCUT


Reade more >>

CARA MENAMBAHKAN REAKSI DI BLOGSPOT / BLOGGER

CARA MENAMBAHKAN REAKSI DI BLOGSPOT / BLOGGER


Menambahkan reaksi dilakukan melalui halaman pengaturan widget Blog Post. Dari Layout | tab Page Elements, cukup klik link 'Edit' di bawah widget Post Blog dan pengaturan jendela akan muncul
Configure Blog Post jendela akan menampilkan sejumlah opsi, dan fitur Reaksi di dekat bagian bawah daftar:
Untuk mengaktifkan Reaksi cukup pilih kotak centang, dan kemudian Anda akan dapat menyesuaikan fitur ini dengan menambahkan kata-kata yang Anda pilih. Akhirnya, Anda dapat memilih lokasi yang tepat dari Reaksi dengan menarik widget di bagian bawah halaman Blog Configure Post:

:)
Reade more >>

Jumat, 04 November 2011

Jenis - Jenis Kredit

Pertimbangan utama dalam penentuan struktur kredit adalah jenis aktiva

yang dibiayai (aktiva lancar atau aktiva tetap). Aktiva suatu perusahaan

secara umum dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Aktiva Tetap adalah aktiva yang tidak habis dipakai dalam satu siklus produksi. Aktiva tetap adalah investasi jangka panjang yang dibiayai dengan modal sendiri clan pinjaman jangka panjang.
  • Aktiva Lancar Permanen adalah sejumlah aktiva lancar yang harus tetap dipelihara agar operasi bisnis normal dapat berjalan lancar. Aktiva ini harus dibiayai dengan dana jangka panjang, misalnya persediaan minimum yang harus dijaga agar produksi berjalan lancar.
  • Aktiva Lancar yang fluktuatif adalah aktiva lancar dengan kebutuhan tidak menentu, tetapi selalu berfluktuasi sesuai perkembangan permintaan. Karena sifatnya yang fluktuatif clan bersifat jangka pendek, pembiayaan dilakukan dengan dana jangka pendek misalnya pinjaman rekening koran, pembiayaan atas piutang.

Dalam memberikan pinjaman terdapat 3 rasional pokok yaitu:

a. Asset Conversion Lending

Digunakan untuk membiayai kebutuhan jangka pendek yang bersifat temporer. Didalam aset conversion lending bank menginginkan agar seluruh pokok pinjaman dilunasi pads akhir periode. Sumber pengembalian (source of payment) pinjaman berasal siklus konversi tersebut selesai. Pinjaman ini bersifat self liquidating base, yaitu pinjaman yang akan lunas pads saat siklus tersebut selesai.

b. Assets Protection Lending

Dalam pemberian kredit berdasarkan rasional ini bank tidak mengharapkan pokok pinjaman akan lunas di akhir periode. Aset protection lending ini sesuai untuk membiayai permanent current assets. Rational lending mengikuti prinsip akuntansi going concern yaitu suatu bisnis akan terns berlangsung. Sumber pengembalian pinjaman berasal dari tingkat penurunan permanent current assets. Sumber pelunasan yang lain yang mungkin adalah berasal dari fresh money dari pemilik bisnis, misalnya dengan adanya penyetoran tambahan modal.

c. Cashflow Lending

Cashflow lending digunakan untuk memberikan pinjaman jangka panjang yang digunakan untuk membiayai pembelian aktiva tetap atau investasi. Dengan cash flow lending diharapkan seluruh pinjaman pokok dilunasi pads akhir periode pinjaman. Dalam cash flow lending harus ada jadual pelunasan pokok pinjaman.

III.2.1. Berdasarkan Kegunaan

a. Kredit Investasi

Kredit investasi merupakan kredit jangka panjang yang digunakan untuk keperluan investasi. Sebagai contoh, kredit ini digunakan untuk pembangunan gedung kantor, gudang, jalan clan lain-lain. Kredit investasi dapat pula digunakan untuk pembelian barang-barang modal untuk keperluan produksi atau usaha. Contoh: kredit pembelian tanah untuk perkebunan, kredit pembangunan gedung pabrik, redit pembelian mesin

produksi.

b. Kredit Modal Kerja

Kredit modal kerja merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan modal kerja operasional perusahaan. Kriteria dari modal kerja yaitu kebutuhan modal yang habis dalam satu siklus usaha. Contoh: kredit ekspor, kredit untuk membeli bahanbaku, kredit untuk membeli pupuk. Kredit untuk kontraktor bangunan yang memperoleh proyek.

III.2.2. Berdasarkan Tujuan Kredit

a. Kredit produktif

Kredit yang digunakan untuk meningkatkan usaha atau produksi.

b. Kredit konsumtif

Kredit yang digunakan untuk konsumsi secara pribadi.

III.2.3. Berdasarkan Jangka Waktu

a. Kredit Jangka Pendek

merupakan kredit yang memiliki jangka paling lama 1 tahun, misalnya kredit modal kerja

b. Kredit Jangka Menengah

merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kredit antara 1— 3 tahun

c. Kredit Jangka Panjang

merupakan kredit dengan jangka waktu pengembalian diatas 3 tahun

III.2.4. Berdasarkan Ketersediaan Dana

a. Cash

Adalah kredit dengan dana langsung dicairkan kepada nasabah, contoh: kredit modal kerja, kredit investasi, kredit konsumsi.

b. Non cash

Adalah kredit yang tidak langsung ditarik dalam bentuk tunai tetapi didalamnya telah terkandung adanya suatu kesanggupan untuk melakukan pembayaran di kemudian hari. Sebagai contoh: Fasilitas bank garansi (bid bond, performance bond), Fasilitas pembukaan Letter of Credit (L/C) impor, Fasilitas L/C dalam negeri.

III.2.5. Berdasarkan Jenis Valuta

a. Kredit Valuta Rupiah

Pinjaman yang diberikan dalam mate uang rupiah

b. Kredit Valuta Asing

Pinjaman yang diberikan dalam mata uang asing

Hal yang perlu diperhatikan dalam pinjaman valuta asing adalah risiko nilai tukar, yaitu kerugian yang timbul akibat perubahan nilai mata uang asing terhadap rupiah.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian untuk mitigasi risiko kredit adalah proceed atau hasil penjualan perusahaan harus sebagian besar dalam bentuk valuta asing yang sama.

Reade more >>

Peran Manajemen Risiko Dalam Nilai Perusahaan

Tujuan pokok dari perusahaan termasuk bank adalah memberikan nilai tambah Dan meningkatkan kekayaan pada pemegang saham. Berbagai ukuran kinerja operasional bank yang cligunakan bank selama ini seperti perolehan labs bersih, pertumbuhan asset, Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), belum mempertimbangkan risiko yang dihadapi atas produk atau transaksi bank.

Dalam upaya mencapai tujuan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi bank, paling tidak diperlukan empat komponen utama yang harus di kelola bank, yaitu:

  • meningkatkan inovasi produk, jasa, fitur electronic banking delivery channels untuk menangkap segmen pasar yang belum tergarap, dan memperluas pasar yang sudah ada
  • kelompok pemasaran yang agresif untuk meningkatkan penjualan clan market share serta pelayanan purna jual
  • tersedia kebijakan clan proseclur yang lengkap dan benar untuk clijaclikan koridor prudential bagi kelompok bisnis, serta sistim kepatuhan yang kuat untuk memastikan kepatuhan pads aturan yang berlaku, clan kontrol internal untuk menemukan pelanggar ketentuan yang berlaku.
  • sistim manajemen SDM yang handal clan bersaing untuk memastikan kecukupan jumlah serta kualitas SDM yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi aktivitas perbankan, memiliki sistim jenjang karir yang jelas dan sistim remunerasi yang bersaing.

Dari uraian diatas terlihat bahwa manajemen risiko merupakan bagian dari strategi keseluruhan bank dalam mencapai tujuan. Keempat elemen mempunyai peran masing-masing, clan sama penting dalam pencapaian tujuan. Kalau bisnis beracla di garda depan, maka risk management merupakan pertahanan lapis kedua dan internal control merupakan pertahanan lapis ketiga untuk menjaga agar risiko dapat dikendalikan dengan baik.

Strategi operasional bank jugs dapat dilihat dari upaya mencapai keseimbangan antara

(1) pertumbuhan bisnis clan pencapaian market share.

(2) meningkatkan efisiensi operasional perbankan clan

(3) implementasi risk management yang berorientasi bisnis.

Upaya meningkatkan pertumbuhan bisnis termasuk inovasi untuk pertumbuhan bisnis pads berbagai segment, jenis produk clan jasa sesuai dengan rencana kerjanya.

Efisiensi menyangkut upaya menurunkan biaya operasional. Dalam menjalankan usaha, bank memerlukan berbagai biaya antara lain biaya bunga dan Biaya overhead. Biaya bunga yang clibayarkan bank kepada pars nasabah atau kreditur sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga yang berlaku di pasar. Sedangkan biaya overhead pads umumnya berupa biaya administrasi clan umum, dapat dikendalikan oleh bank. Berdasarkan hal itu, maka bank harus mencari berbagai alternatif untuk mengendalikan atau meningkatkan efisiensi biaya overhead agar bank dapat beroperasi secara efisien sehingga dapat berkompetisi di pasar.

Tujuan meningkatkan pertumbuhan bisnis, meningkatkan efisiensi dan pengelolaan risiko tidak sejalan. Sebagai contoh, agar volume kredit lebih cepat tumbuh maka proses kredit harus dipercepat atau standar prudential pemberian kredit dilonggarkan sehingga hal ini cenderung meningkatkan risiko kredit. Apabila jumlah analis kredit ditambah, maka biaya proses pemberian kredit menjadi lebih mahal dan efisiensi menurun. Sebaliknya apabila bank terlalu pruden dalam proses kredit, maka risiko kredit dapat terjaga namun proses kredit cenderung menjadi lama dan nasabah dapat berpindah ke bank lain sehingga target pertumbuhan bisnis terganggu. .

Untuk mencapai tujuan usaha, bank perlu mencari keseimbangan yang optimal antara bisnis, operasional dan manajemen risiko. Bank perlu mempunyai unit bisnis yang berorientasi risiko, dan mempunyai unit manajemen risiko yang berorientasi bisnis. Pengelolaan risiko penting agar bank tidak terperangkap pads berbagai bisnis yang secara teoritis atau secara historic dapat memberikan keuntungan atau margin yang tinggi namun risiko terkait jugs tinggi. Bank seringkali tidak menyadari bahwa keuntungan besar yang diperoleh dimasa lampau memiliki risiko yang tinggi, namun secara kebetulan kondisi yang terjadi dipasar sesuai dengan yang diharapkan bank sehingga risiko tersebut tidak menjadi kenyataan.

II.2. Portofolio Perbankan

Portofolio bank dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu Trading book dan Banking book. Trading book terdiri dari portfolio posisi perdagangan (trading account), sedangkan Banking book adalah posisi seluruh neraca diluar Trading book, termasuk posisi yang disimpan sampai jatuh tempo (investment account) dan posisi tersedia untuk dijual (Available for sale-AFS).

II.2.1. Trading Book

Trading Book atau trading account adalah seluruh posisi perdagangan bank (proprietary position) pads instrumen keuangan dalam neraca (on balance sheet) dan atau rekening administratif (off balance sheet), serta transaksi derivatif. Transaksi tersebut dimaksudkan untuk dimiliki dan dijual kembali guns memperoleh keuntungan dalam jangka pendek dari perubahan harga.

Posisi trading account terjadi antara lain dari kegiatan perantara (brokering),

pembentukan pasar (market making), atau transaksi lindung nilai (hedging) atas portofolio bank lainnya yang diklasifikasikan sebagai Trading Book.

Contoh trading book:
a. bank membeli surat hutang dengan 7an akan dijual kembali dalam jangka pendek

b.transaksi jual dan beli valuta asing

c. pembelian surat berharga untuk menghindari posisi trading book

II.2.2. Banking Book

Banking Book adalah posisi atau portofolio bank yang tidak termasuk kategori Trading Book, misalnya posisi kredit, posisi Surat berharga yang dibeli dengan maksud disimpan sampai jatuh tempo (held to maturity — HTM) dan posisi

Available for sale – AFS.

Posisi AFS merupakan posisi yang dimaksudkan sebagai cadangan likuiditas, artinya dapat dijual apabila bank membutuhkan likuiditas. Terhadap posisi AFS perlu dilakukan proses marked to market setiap hari. Atas laba atau rugi yang timbul dari perhitungan tersebut clibukukan pads pos modal, bukan pads laporan rugi laba bank.

Pengelolaan risiko pasar atas posisi Banking Book dilakukan dengan mengelola pengaruh perubahan suku bunga terhadap pendapat bunga bersih (net interest income – N11) dan nilai ekonomis dari modal (economic value of equity – EVE).

Metode yang digunakan adalah analisis gap meliputi:

• Repricing gap

• Duration gap

• Foreign exchange gap

• Liquidity gap.

Repricing Gap dimaksudkan untuk mengukur pengaruh perubahan tingkat suku bunga pada pendapatan bunga bersih bank. Duration Gap digunakan untuk mengukur pengaruh perubahan suku bunga pads nilai ekonomis dari modal. Foreign Exchange Gap atau gap nilai tukar digunakan untuk mengukur perubahan nilai tukar pads posisi valuta asing bank terhadap pos laba/rugi bank. Liquidity gap digunakan untuk mengukur kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban jatuh tempo pads nasabah atau pihak ketiga.

Pengelolaan banking book dimulai dengan asumsi pergerakan faktor pasar (nilai tukar dan suku bunga), apakah faktor pasar tersebut akan meningkat atau menurun. Disamping itu, menghitung posisi asset-liabilities bank dengan menggunakan analisa gap tersebut diatas, apakah positif gap atau negative gap. Apabila posisi gap tersebut tidak menguntungkan sesuai pergerakan faktor pasar yang diperkirakan, maka bank akan melaksanakan tindak lanjut dengan mengubah posisi gap.

Posisi gap yang sangat besar dapat menimbulkan keuntungan yang besar apabila faktor pasar bergerak sesuai dengan yang diperkirakan bank. Namun dapat menimbulkan kerugian yang besar apabila faktor pasar bergerak sebaliknya. Untuk membatasi risiko kerugian tersebut, maka digunakan berbagai limit seperti limit gap valuta asing atau limit repricing gap.

II.3. Prinsip Manajemen Risiko

Dalam pembahasan manajemen risiko perbankan dapat dibagi dalam dua aktivitas pokok, yaitu a) pengelolaan risiko untuk mengendalikan tingkat risiko sampai level yang dapat diterima bank, dan b) perhitungan kebutuhan modal untuk menutup risiko residual clan kerugian tidak diperhitungkan (un-expected loss) setelah upaya pengelolaan risiko dilakukan.

II.3.1. Mengelola risiko

Aktifitas pokok manajemen resiko perbankan

Pengolahan resiko sampai level yang dapat diterima bank, dan menyediakan modal untuk mengcover resiko residual setelah upaya pengelolaan resiko dilakukan

Untuk mengelola risiko, diperlukan berbagai kebijakan, prosedur dan infrastruktur yang cukup, agar risiko residual setelah upaya dilakukan dapat dikendalikan pads level yang sesuai dengan toleransi risiko. Pengelolaan risiko harus dilakukan untuk mengelola risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional.

Pengelolaan risiko kredit dapat dibagi dalam

(1) garda depan (front end) bertugas menjalankan fungsi bisnis, yaitu menyalurkan kredit. Proses menyalurkan kredit didukung oleh seperangkat kebijakan clan prosedur, pengaturan sistim kewenangan membuat keputusan kredit, prosedur pengambilan keputusan balk secara langsung oleh unit bisnis, atau melalui mekanisme four-eye principle, proses underwriting, sistim penilaian agunan, dan proses monitoring kredit yang sudah ada dalam portofolio.

(2) Garda tengah (middle end) bertugas melakukan manajemen portofolio kredit khususnya konsentrasi kredit, melakukan update kebijakan kredit clan prosedur, update metode analisa kredit, menyediakan sistim rating dan scoring, melakukan fungsi operasional kredit dan administrasi kredit.

(3) garda belakang (back end) fokus pads penanganan kredit bermasalah, menentukan langkah alternatif yang meminimalkan kerugian bank, dan melakukan penagihan (collection).

Pengelolaan risiko pasar antara lain pemisahan fungsi tugas antara front office, middle office clan back office, agar tidak terjadi benturan kepentingan. Sebagai contoh, middle office menyiapkan metode penentuan nilai pasar, back office melakukan penilaian sesuai dengan metode yang sudah disiapkan, dan front office tidak terlibat langsung dalam penentuan nilai pasar tersebut.Pengelolaan risiko operasional dilakukan untuk menekan kerugian operasional dengan menggunakan alai standar seperti RCSA (risk and control self assessment), KRI (key risk indicators) dan LED (Loss event database).

II.3.2. Alokasi Modal untuk Menutup Risiko

Walaupun Bank sudah berupaya mengelola risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional, Bank tidak dapat menghindari sejumlah debitur menjadi bermasalah atau kerugian dari operasional diluar perkiraan, sehingga masih terdapat risiko residual yang menimbulkan kerugian yang tidak diperkirakan (un-expected loss). Untuk menutup risiko residual setelah upaya mitigasi dilakukan, Bank harus menyiapkan modal untuk menyerap kerugian akibat risiko residual Bank dari aktivitas kredit, risiko pasar maupun risiko operasional.

Pertanyaan berikutnya adalah berapa modal yang dibutuhkan oleh bank untuk menjalankan bisnis? Besarnya kebutuhan minimal yang harus disediakan bank serta metodologi yang digunakan oleh bank dalam menghitung kebutuhan modal clitetapkan oleh BankIndonesiayang disebut dengan regulatory Capital, disamping itu bank jugs menghitung dengan pendekatan internal bank yang disebut dengan Economic Capital.

Untuk keperluan perhitungan kecukupan modal, regulator sudah mengeluarkan peraturan perhitungan melaluiBaselI tahun 1988, ditambahkan pasal mengenai perhitungan modal untuk menghitung risiko pasar tahun 1996. Pads tahun 2004,Baselmenerbitkan Basel II dengan menambahkan kebutuhan modal untuk menutup risiko operasional. Di Indonesia, Modal untuk risiko pasar barn dikeluarkan tahun 2003, dan perhitungan modal sesuai ketentuan Basel II akan dilaksanakan mulai tahun

2010.

II.3.2.1. Expected Loss dan Pembentukan cadangan (PPA)

Expected loss merupakan kerugian yang sudah diantisipasi. Berdasarkan data historis dan pertimbangan lainnya, bank menyadari dan membuat estimasi besarnya kerugian yang akan terjadi dalam aktivitas bisnis. Misalnya menurut data bank, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, rata-rata kerugian yang timbul dari bisnis kartu kredit adalah 10%, maka expected loss dari bisnis kartu kredit adalah 10%.

Karena ada estimasi biaya kerugian, bank perlu mencadangkan biaya atas kerugian tersebut. Bank membentuk cadangan kerugian dalam bentuk PPA, dimana atas biaya pencadangan PPA tersebut dijadikan sebagai salah satu komponen suku bunga kredit.

Semakin besar expected loss, maka suku bunga yang dibebankan kepada debitur jugs semakin tinggi. Konsep ini merupakan pemikiran yang mendasari risk-based pricing atau penentuan besarnya suku bunga yang dibebankan kepada debitur didasarkan pads risiko masing-masing debitur.

II.3.2.2. Unexpected Loss dan Kebutuhan Modal

Proyeksi kerugian yang dinyatakan dengan expected loss dapat menyimpang

dari estimasi. Penyimpangan belum diperhitungkan dalam cadangan biaya,

dan disebut Unexpected loss.

Untuk menutup risiko dari unexpected loss tersebut, bank menyediakan

modal untuk menutup risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional.

Kebutuhan modal untuk menutup risiko sesuai dengan posisi risiko. Regulator

menentukan kebutuhan penyediaan modal minimum (KPMM) atau Capital

Adequacy Ratio (CAR), yaitu rasio antara modal dibagi dengan asset

tertimbang menurut risiko (ATMR).

Untuk menghitung CAR, regulator mengatur:

  • • Perhitungan besarnya kebutuhan modal untuk menutup risiko kredit,
  • risiko pasar dan risiko operational.
  • • Komponen modal bank yang dapat diperhitungkan dalam menghitung CAR.
Reade more >>

Kamis, 20 Oktober 2011

Lembaga keuangan

Lembaga keuangan adalah setiap perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, menghimpun dan menyalurkan dana.

Lembaga keuangan BANK adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dalam bentuk tabungan, deposito, atau bentuk simpana lainnya dan kemudian menyalurkan dana dalam bentuk pinjaman (kredit)
Lembaga keuangan lainnya adalah lembaga keuangan/ lembaga pembiayaan lebih padasatu bidang saja apakah pembiayaan atau penghi mpunan dana, walaupun ada lembaga yg melakukan keduanya dengan batasan tertentu.
* Lembaga keuangan
· Bank sentral, di laksnakan oleh BI dengan fungsi sebagai bank sirkulasi, banak to bank dan lender of the resort.
· Bank umum melayani seluruh masyarakat perseorangan maupun lembaga lainnya baik sebagai bank devisa maupun non devisa.
· Bank perkreditan rakyat merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil di kecamatan dan pedesaan dengan penbatasan-pembatasan tertentu.
* Lembaga kauangan lainnya
· Pasar modal adalah tempat pertemuan dan melakukan transaksi antara para pencari dana(emiten) dan para penanam modal ( investor). Biasanya modal yang di perjual belikan merupakan modal jangka panjang.
· Pasar uang & valas, hamper sama dgn pasar modal namun modal yang di tawarkan dalam jangaka waktu pendek.
· Koperasi simpan pinjam merupakan lembaga kauangan yang menghimpun dan menyalurkan dana dari dan untuk anggota.
· Pegadaian merupakan embaga keuangan yang menyediakan fasialitas pinjaman dgn jaminan tertentu. Jaminan nasabah tersebut di gadaikan dan kemudian di taksir oleh pihak pegadaian utuk menetukan jumlah yang bisa di pinjam.
· Leasing merupakan bidang usaha yang di tekankan pada pembiayaan barang-barang modal yang di inginkan nasabah.
· Asuransi merupakan perusahaan yang bergerak dlm usaha pertanggungan. Setiap nasabah di kenakan premi yang harus di bayar sesuai dengan perjanjian & dan perusahahan asuransi akan menanggung kerugian jika si nasabah tertimpa musibah.
· Anjak piutang merupakan lembaga keuangan yang mengambil alih pembayaran kredit suatu perusahaan dgn membeli kredit bermasalah untuk di kelola dan perusahaan mendapat fee.
· Modal ventura
· Dana pension
· Kartu plastic
Uang
Uang merupakan alat yang dapat di gunakan dalam melakukan pertukaran, baik barang maupun jasa dalam suatu wilayah tertentu dan berlaku di Negara lain atau sebaliknya.,Kecuali DOLLAR.
System barter merupakan suatu system pertukaran antara barang dengan barang atau barang dengan jasa atau sebaliknya.
Beberapa kendala yang sering di alami system barter dalam melakukan pertukaran antara lain :
1. Sulit menemukan orang yang mau menukarkan barangnya yang sesuai dengan kebutuhan yang di inginkan.
2. Sulit untuk menentukan nilai barang yang akan di tukarkan terhadap barang yang di inginkan.
3. Sulit menemukan orang yang mau menukarkan barangnya dengan jasa yang di miliki.
4. Sulit untuk menmukan kebutuhan yang mau di tukarkan pada saat yang cepat sesuai dengan kebutuhan yang di inginkan.
Manfaat yang dapat di perolah dengan adanya uang adlah :
1. Mempermudah untuk memperoleh dan memilih barang dan jasa yang di inginkan secara cepat.
2. Mempermudah dalam menetukan nilai harga dari barang dan jasa.
3. Memperlancar proses perdagangan secara luas.
4. Di gunakan sebagai tempat menimbun kekayaan.
Kriteria uang antara lain :
1. Ada jaminan
2. Di sukai umum
3. Nilai yang stabil
4. Mudah di simpan
5. Tidak mudah rusak
6. Mudah di bagi
7. Suplai harus elastic
Fungsi uang antara lain :
1. Alat tukar menukar
2. Satuan hitung
3. Penimbun kekayaan
4. Standar pencicilan utang
Jenis-jenis uang antara lain :
ü Berdasarkan bahan antara lain ;
1. Uang logam
2. Uang kertas
ü Berdasarkan nilai antara lain :
1. bernilai penuh (full bodied money)
2. tidak bernilai penuh (representative full bodied money)
ü berdasarkan lembaga antara lain :
1. uang kartal
2. uang giral
ü berdasarkan kawasan antara lain :
1. uang local
2. uang regional
3. uang internasional
RUANG LINGKUP PERBANKAN
Menurut UU RI no. BANK adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan kemudian menyalurkannya dalam bentuk kredit untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Jasa pendukung bank :
Transfer adalah salah satu cara mamindahkan dana dari satu rekening ke rekening lainnya. Dalam bentuk SKN (sistem kliring nasional) maupun RTGS (real time gross statement).
Jasa inkaso adalah penagihan terhadap cek ataupun bilyet giro dari bank tertarik(di luar daerah).
Jasa kliring adalah
Jasa penjualan mata uang asing ( valas) adalah
Jasa save deposite box.
Travel chek.
Referensi bank (surat keterangan bank).
SEJARAH PERBANKAN
Bank Mandiri merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Expor Impor Indonesia (Bank Exim). Hasil merger keempat bank ini dilaksanakan pada tahun 1999.
Menurut fungsinya terdiri dari :
1. bank umum
2. bank pembangunan
3. bank tabungan
4. bank pasar
5. bank desa
dan di tegaskan lagi dgn undang-undang
dari segi kepemilikannya seperti bank milik pemerintah.
Dari segi status ad dua yaitu bank devisa dan non devisa.
Bank devisa adlah bank yang mempunyai izin untuk melakukan transaksi ke luar negeri
Non devisa adalah bank yang tidak dapat melakukan transaksi keluar negeri.
Di lihat dari cara menentukan harga :
1. berdasarkan prinsip konvensional
2. berdasarkan prinsip syariah
Reade more >>